Langsung ke konten utama

RAMADHAN ADALAH WAKTU PEMBELAJARAN BAGI RAKYAT DAN PEMERINTAH

RAMADHAN ADALAH WAKTU PEMBELAJARAN BAGI RAKYAT DAN PEMERINTAH

Kata kunci dalam judul tersebut adalah Ramadhan, Rakyat, dan Pemerintah. Tulisan ini akan menarik, karna Penulis akan coba sedikit mendalami makna dari judul tersebut dengan korelatif.

Bulan Ramadhan 1439 H. Bulan suci yang saat ini Kita jalani sebagaimana mestinya. Mempunyai keistimewaan tersendiri dari bulan-bulan yang lain. Banyak keistimewaan yang bisa Kita manfaatkan untuk diri Kita maupun Bangsa Kita. Bulan yang penuh ampunan [Maghfirah], bulan penuh berkah, bulan yang amalannya dikali lipat gandakan, bulan yang terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan bulan pembelajaran.

Satu kata yang harus kita pahami dalam menjalani bulan Ramadhan, yaitu bersyukur. Dari bersyukur ini bisa diejawantahkan kepada muhasabah diri, sampai pengoptimalan amalan baik. Seluruh amalan di bulan Ramadhan terkesan memaksa. Tapi inilah pembelajaran yang menjadi bekal untuk bisa Kita teruskan di bulan-bulan selanjutnya.

Saat inilah yang tepat bagi Kita semua, Masyarakat Indonesia bahkan Dunia. Memperbaiki diri Kita masing-masing menjadi pribadi baik, pribadi yang sesuai ajaran Al quran dan As sunnah. Pemerintah mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri maupun kinerja. Beristighfar dari perbuatan yang mengarah kepada kepentingan sendiri maupun kepentingan yang dibeli. Bulan inilah Saatnya Para Koruptor Hijrah. Patutnya Setelah Ramadhan usai, Penghuni lapas akan berkurang karna remisi bagi Para Napi yang taubat.

Rakyat pun demikian. Selain senantiasa mengkritisi Pemerintah. Rakyat pun juga harus senantiasa mengkritisi diri masing-masing. Apakah sudah berusaha menjadi Warga Negara yang baik, menjadi Rakyat yang mandiri, dan menjadi Rakyat yang baik budi pekerti.

Semoga Ramadhan 1439 H ini menjadi ketok magic bagi Kita semua menjadi yang Insan yang lebih baik. Semoga Ramadhan ini bisa memfilter dosa dan hilap Kita. Jika Pemerintah dan Rakyat bisa mengoptimalkan manfaat bulan suci Ramadhan ini, Insyaallah Indonesia menjadi Baldatun Thayyibah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pak. Kani tegaskan "Jihad Pemuda Persis Depok harus didukung"

Allah berfirman, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. “(Q.S.Al Kahfi :13). Kemudian, Kata Bung Karno [Proklamator Indonesia] Berikan Aku seribu orang tua maka akan kucabut akar semeru. Tetapi berikan Aku sepuluh Pemuda yang cinta bangsanya, maka akan Aku guncangkan Dunia.  Yang di atas adalah sebagian Motivasi dalam gerakan Jihad Pemuda Persis Depok. Dua Tahun belakang [2017-2018] Pemuda Persis Depok muncul kembali pada permukaan Jihad di Kota Depok yang sebelumnya mengalami pasang-surut gerakan atau biasa disebut dinamika. Silaturahim dengan Pak. Kani [Jamaah Persis Depok] salah satu program Pemuda Persis Depok. Raihan [Perwakilan] yang menghadiri ke Rumah Beliau di Perumahan Hill Top, Sukmajaya-Depok pada Sabtu sore [02.02.19]. Pertemuan tersebut selain Silaturahim juga membicarakan gerakan-gerakan Jihad Pemuda Persis Depok ke D...

Mahasiswa dan Agent Of Change

Mahasiswa dan Agent Of Change adalah koin mata uang yang mempunyai dua sisi. Dan keduanya saling menguatkan. Jika salah satu keduanya tidak berfungsi maka nilai pada mata uang tersebut akan menurun. Dan itu yg tidak diharapkan. Kata besar pada perubahan dijelaskan dan dipertegas di dalam Al quran. Allah Swt berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11]. 1908. Refleksi pada sejarah pergerakan Mahasiswa Indonesia bisa kita mulai pada Boedi Oetomo. Boedi Oetomo, adalah suatu wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme [pri·mor·di·al·is·me n perasaan kesukuan yg berlebiha...

Setelah kasus Ratna, masih mau asal nyebar?, Mikkiir!

Setelah kasus Ratna, masih mau asal nyebar?, Mikkiir! Sepekan ini Kita dihidangkan drama Hoax Ratna Sarumpaet. Seorang aktivis perempuan yang sudah tidak asing di panggung sejarah Indonesia. Sosok yang Vokal dan Perjuangan HAM nya membuat banyak orang mengenalnya. Tapi, semua kemanisan tersebut hilang hanya dengan satu drama hoax yang disutradarai langsung olehnya. Apalagi di Musim politik seperti sekarang. Tentu mengakibatkan sensitivitas. Ditambah Ratna adalah salah satu timses Capres RI 2019.  Dalam perkembangan teknologi hari ini, kasus Ratna cukup disesalkan terjadi. Sebelumnya sebagian Masyarakat telah menyebarkan gambar/ berita penganiyaan Ratna. Contohnya di WhatsApp saja dengan cepat gambar wajah babak belur Ratna tersebar. Seolah-olah benar tersebut. Sampai Pak. Prabowo pun meyakinkan penganiayaan tersebut, diperkuat Jumpa Pers Beliau.  Bagi Masyarakat yang awam, tentu ini polemik. Ada yang mudah percaya dengan gambar tersebut. Kemudian dishare s...