Langsung ke konten utama

MEMBUKA RISALAH DEMA

SEJARAH DEMA : In establishing, Never expect perfection

Organisasi Mahasiswa di Kampus adalah suatu keniscayaan. organisasi internal kampus maupun external kampus termasuk roda kemajuan kampus tersebut. Berkembang dengan berbagai kreativitas, indah dengan inovasi, progresif dalam gerakan, serta kritis dalam pemikiran sebagian benak yang terdengar dalam organisasi kemahasiswaan.

Ma'had Utsman Bin Affan [UBA] dalam proses perkembangannya perlu didukung dari kalangan Mahasiswanya secara kesadaran pribadi. Mahasiswa juga bisa disebut Aktor dalam drama pergerakan kampus. Nasyat Pagi-sore salah satu Organisasi kemahasiswaan internal yang cukup mewarnai perkembangan kampus. Di Organisasi internalnya terdaftar PK. Hima Persis Ma'had UBA yang memiliki potensi tuk kembangkan kampus dari luar kelembagaan kampus.

Tapi semua itu masih kurang untuk mengakomodir aspirasi atau suara seluruh Mahasiswa-mahasiswi di Program Sarjana Ma'had UBA. Dari aspirasi dan suara sebagian perwakilan Mahasiswa program Sarjana dan tuntutan kepada Pengurus, semua kebutuhan itu melahirkan Dema [Dewan Mahasiswa] Stai Persis Jakarta. Januari 2018 kami berkumpul di kelas samping idaroh. Kami berkumpul di sela-sela jam mata kuliah. Dari PAI ada Haris, Lucky, Firman, Neli, Aulia, Hana, dan Azizah. Dari KPI ada Pak. Rohim, Raihan, Mufti, Hendra, Rijal, Muflih, dan Arif.

Saat itu pula mengeluarkan mufakat dan terpilihnya Ketua Dema [Raihan]. Setelah terbentuknya Dema. Dema mencoba lari dengan audience ke pengurus, silaturahmi ke Beberapa Bem, media aspirasi Mahasiswa, FGD [Focus Group Discussion], dsb. 

PEMIRA PERTAMA DI 2019 : Toni siap bawa Dema ke arah yang lebih baik.

In establishing, Never expect perfection, Dalam mendirikan Jangan pernah mengharap kesempurnaan, itu yang disampaikan Raihan dalam Pemira yang dilaksanakan tadi sore pukul 16.00-19.00 WIB [Sabtu, 5 Januari 2019] bertempat di kelas KPI 1 [Lt. 1]. Pemira tersebut mempunyai agenda penyampaian laporan pertanggung jawaban [LPJ] Periode pertama Dema serta evaluasi, pemilihan Ketua Dema 2019-2020, juga penentuan arah Dema kedepan. 

Dengan acara yang berjalan cukup alot, baik di bagian penyampaian lPJ maupun pemilihan Ketua. Akhirnya acara bisa rampung. Pemira yang dihadiri oleh Raihan, Haris, Ihsan, Yogi, Aliadin, dan Toni melahirkan salah satu mufakat terpilihnya Sodara. Toni Suhendra sebagai Ketua Dema 2019-2020.

PERIODE RAIHAN ADALAH PERIODE GAGAL

Dalam satu tahun menakhodai Dema, progres Raihan dkk perlu dikritik. Perjalanan menjadi pemegang wadah Mahasiswa se kampus memang tidak mudah. Perlu banyak elemen yang cukup untuk mendukung. Salah satu indikator kegagalannya yaitu Raihan membawa Dema kedepan dengan tidak membawa sebagian team pendiri untuk senantiasa berkiprah di Dema. Alasannya adalah karna komitmen yang belum bisa diandalkan.

Tak ada gading yang tak retak, itulah peribahasa yang menyampaikan nilai kesempurnaan bisa lahir dari ketidakindahan. Dan Raihan menyampaikan In establishing, Never expect perfection [Dalam mendirikan Jangan pernah mengharap kesempurnaan].

ARAH DEMA KEDEPAN

Sodara Toni yang terpilih jadi Ketua Dema di Permira 2019, Toni siap bawa Dema ke arah yang lebih baik. Dengan pendekatan Asatidz-Mahasiswa, koordinasi vertikal-horizotal, dan disertai oleh beberapa aspek. Tinggal Kita yang perlu mendukung pergerakan Dema dan mengkritik pula Dema agar senantiasa di jalurnya.

Wallahualam
Fatih


Saat Pemira 2019 [1]

Pamflet Pemira

Saat Pemira 2019 [2]

Raihan bersama Toni

Peserta Permira [dari Kanan : Haris, Aliadin, Yogi, Toni, Ihsan]

Toni Suhendra [Ketua Dema 2019-2020]

Pamflet seruan Dema

Wajah belakang Buletin Dema

Wajah depan buletin Dema

Pamflet Debat terbuka

Pamflet kampanye [1]

Pamflet kampanye [2]

Pamflet kampanye [3]

Pamflet kampanye [4]

Pamflet kampanye [5]

Foto setelah debat

Liqo maftuh bersama Ust. Alit [1]

Liqo maftuh bersama Ust. Alit [2]

Liqo maftuh bersama Ust. Alit [3]

Silaturahim ke Ust. Alit

Silaturahim ke Bem Urindo

Pamflet H-18 Pemira

Pamflet liqo maftuh

Pamflet FGD [1]

Pamflet FGD [2]





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pak. Kani tegaskan "Jihad Pemuda Persis Depok harus didukung"

Allah berfirman, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. “(Q.S.Al Kahfi :13). Kemudian, Kata Bung Karno [Proklamator Indonesia] Berikan Aku seribu orang tua maka akan kucabut akar semeru. Tetapi berikan Aku sepuluh Pemuda yang cinta bangsanya, maka akan Aku guncangkan Dunia.  Yang di atas adalah sebagian Motivasi dalam gerakan Jihad Pemuda Persis Depok. Dua Tahun belakang [2017-2018] Pemuda Persis Depok muncul kembali pada permukaan Jihad di Kota Depok yang sebelumnya mengalami pasang-surut gerakan atau biasa disebut dinamika. Silaturahim dengan Pak. Kani [Jamaah Persis Depok] salah satu program Pemuda Persis Depok. Raihan [Perwakilan] yang menghadiri ke Rumah Beliau di Perumahan Hill Top, Sukmajaya-Depok pada Sabtu sore [02.02.19]. Pertemuan tersebut selain Silaturahim juga membicarakan gerakan-gerakan Jihad Pemuda Persis Depok ke D...

Mahasiswa dan Agent Of Change

Mahasiswa dan Agent Of Change adalah koin mata uang yang mempunyai dua sisi. Dan keduanya saling menguatkan. Jika salah satu keduanya tidak berfungsi maka nilai pada mata uang tersebut akan menurun. Dan itu yg tidak diharapkan. Kata besar pada perubahan dijelaskan dan dipertegas di dalam Al quran. Allah Swt berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11]. 1908. Refleksi pada sejarah pergerakan Mahasiswa Indonesia bisa kita mulai pada Boedi Oetomo. Boedi Oetomo, adalah suatu wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme [pri·mor·di·al·is·me n perasaan kesukuan yg berlebiha...

Setelah kasus Ratna, masih mau asal nyebar?, Mikkiir!

Setelah kasus Ratna, masih mau asal nyebar?, Mikkiir! Sepekan ini Kita dihidangkan drama Hoax Ratna Sarumpaet. Seorang aktivis perempuan yang sudah tidak asing di panggung sejarah Indonesia. Sosok yang Vokal dan Perjuangan HAM nya membuat banyak orang mengenalnya. Tapi, semua kemanisan tersebut hilang hanya dengan satu drama hoax yang disutradarai langsung olehnya. Apalagi di Musim politik seperti sekarang. Tentu mengakibatkan sensitivitas. Ditambah Ratna adalah salah satu timses Capres RI 2019.  Dalam perkembangan teknologi hari ini, kasus Ratna cukup disesalkan terjadi. Sebelumnya sebagian Masyarakat telah menyebarkan gambar/ berita penganiyaan Ratna. Contohnya di WhatsApp saja dengan cepat gambar wajah babak belur Ratna tersebar. Seolah-olah benar tersebut. Sampai Pak. Prabowo pun meyakinkan penganiayaan tersebut, diperkuat Jumpa Pers Beliau.  Bagi Masyarakat yang awam, tentu ini polemik. Ada yang mudah percaya dengan gambar tersebut. Kemudian dishare s...