Note Dhuha Abstraktif
Oleh: MRaihan
๐ Ilmu adalah Suatu Kumpulan Wawasan atau Pengetahuan yang tersistematis juga Ilmiah. Ilmu juga yang membedakan Manusia (Insan) dengan Makhluq-Makhluq lainnya. Maka Akal yang dianugrahkan kepada kita akan semakin terasah dengan Ilmu tersebut.
๐ Kajian Dhuha adalah Satu dari sekian banyak Fasilitas tuk Kita dalam Mencari Ilmu (Thalabul Ilmi), Kajian Dhuha yang dimaksud Yaitu Kajian Dhuha Yang diselanggarakan oleh PC. Persis Cipayung, JakTim. Diselanggarakan setiap Hari Ahad pada pekan terakhir tiap bulannya, tepatnya pada pukul 10.00-12.00 WIB di Masjid Al Ittihad (Jl. Bambu Apus 1, No. 1 Cipayung, JakTim/ STAIPI UBA).
๐ Pada kesempatan ini (09.04.17) PC. Persis Cipayung, JakTim mendatangkan Ustadz. Dr. Tiar Anwar Bahtiar (Doktor Sejarah UI, Peneliti INSIST, Pengurus PP. Persis, Dosen).
Pada Muqaddimah Al Ustadz membuka dengan Pengantar Hakikat Thalabul Ilmu. Jelas Rasulullah SAW dalam Haditsnya Mewajibkan Umatnya tuk Mencari Ilmu (Thalabul Ilmi). Dan bagi yang mengamalkan Amalan tsb tentu bernilai Pahala. Ilmu yang ada pada seseorang (Profesor, Doktor, Guru, Ilmuwan, Arsitek, dll) tidak semata-mata atas Usaha/ Ikhtiarnya sendiri, tentu ada campur tangan/ Ridho dr Allah SWT. Maka Perintah Rasulullah SAW dalam Haditsnya yaitu Mencari (Thalabul). Banyak yang belajar tetapi masih belum mengerti apa yang dipelajarinya, Bahkan Sampai Menambah waktu belajarnya dengan Les/ Privat. Tapi masih saja belum mengerti. Semua itu karna Ikhtiarnya dan Faktor Ridho Allah SWT untuk belum mengizinkan Turunnya Ilmu Padanya. Maka dari itu Kita diperintahkan untuk Mencari (Thalabul), dan terus mencari. Kajian Dhuha ini salah satu kesempatan Kita untuk Thalabul Ilmi.
Jika Suatu Ilmu sudah dikuasai maka Insyaa Allah akan merembet kepada Ilmu-ilmu yang lain. Ini bukti seperti perkembangannya Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi (ST) yang sebelumnya hanya memiliki 2-3 Prodi, Prodi-Prodi-prodi tersebut bisa menjadi Fakultas. Kemudian Sekolah Tinggi (ST) tersebut maju menjadi Institut, bahkan menjadi Universitas. Ini semua berkat Para Profesor/ Guru Kita yang terus mengembangkan Ilmu-ilmunya.
Perihal yg hars dprhatikan Kuliah Dr. Zakir Naik:
Ikhlas: Mendakwahkan dr Hati, Ingin mmbrkan Pncerahan, tdk Hubudunya
Konsisten: Pada Kristologi/ Agamis
"Orang Islam jk mngamalkan Pedomannya itu akan Lebih kristen dr Orang Kristen itu sndr: Larangan Mkan Babi, Alkohol, Dll. Lepas Alas Kaki pada Gereja.
Orang yg bnyak Spesialis, hakikat nya ia tdk ada spesialis satupun
Konten=Pengemasan
Oleh: MRaihan
๐ Ilmu adalah Suatu Kumpulan Wawasan atau Pengetahuan yang tersistematis juga Ilmiah. Ilmu juga yang membedakan Manusia (Insan) dengan Makhluq-Makhluq lainnya. Maka Akal yang dianugrahkan kepada kita akan semakin terasah dengan Ilmu tersebut.
๐ Kajian Dhuha adalah Satu dari sekian banyak Fasilitas tuk Kita dalam Mencari Ilmu (Thalabul Ilmi), Kajian Dhuha yang dimaksud Yaitu Kajian Dhuha Yang diselanggarakan oleh PC. Persis Cipayung, JakTim. Diselanggarakan setiap Hari Ahad pada pekan terakhir tiap bulannya, tepatnya pada pukul 10.00-12.00 WIB di Masjid Al Ittihad (Jl. Bambu Apus 1, No. 1 Cipayung, JakTim/ STAIPI UBA).
๐ Pada kesempatan ini (09.04.17) PC. Persis Cipayung, JakTim mendatangkan Ustadz. Dr. Tiar Anwar Bahtiar (Doktor Sejarah UI, Peneliti INSIST, Pengurus PP. Persis, Dosen).
Pada Muqaddimah Al Ustadz membuka dengan Pengantar Hakikat Thalabul Ilmu. Jelas Rasulullah SAW dalam Haditsnya Mewajibkan Umatnya tuk Mencari Ilmu (Thalabul Ilmi). Dan bagi yang mengamalkan Amalan tsb tentu bernilai Pahala. Ilmu yang ada pada seseorang (Profesor, Doktor, Guru, Ilmuwan, Arsitek, dll) tidak semata-mata atas Usaha/ Ikhtiarnya sendiri, tentu ada campur tangan/ Ridho dr Allah SWT. Maka Perintah Rasulullah SAW dalam Haditsnya yaitu Mencari (Thalabul). Banyak yang belajar tetapi masih belum mengerti apa yang dipelajarinya, Bahkan Sampai Menambah waktu belajarnya dengan Les/ Privat. Tapi masih saja belum mengerti. Semua itu karna Ikhtiarnya dan Faktor Ridho Allah SWT untuk belum mengizinkan Turunnya Ilmu Padanya. Maka dari itu Kita diperintahkan untuk Mencari (Thalabul), dan terus mencari. Kajian Dhuha ini salah satu kesempatan Kita untuk Thalabul Ilmi.
Jika Suatu Ilmu sudah dikuasai maka Insyaa Allah akan merembet kepada Ilmu-ilmu yang lain. Ini bukti seperti perkembangannya Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi (ST) yang sebelumnya hanya memiliki 2-3 Prodi, Prodi-Prodi-prodi tersebut bisa menjadi Fakultas. Kemudian Sekolah Tinggi (ST) tersebut maju menjadi Institut, bahkan menjadi Universitas. Ini semua berkat Para Profesor/ Guru Kita yang terus mengembangkan Ilmu-ilmunya.
Perihal yg hars dprhatikan Kuliah Dr. Zakir Naik:
Ikhlas: Mendakwahkan dr Hati, Ingin mmbrkan Pncerahan, tdk Hubudunya
Konsisten: Pada Kristologi/ Agamis
"Orang Islam jk mngamalkan Pedomannya itu akan Lebih kristen dr Orang Kristen itu sndr: Larangan Mkan Babi, Alkohol, Dll. Lepas Alas Kaki pada Gereja.
Orang yg bnyak Spesialis, hakikat nya ia tdk ada spesialis satupun
Konten=Pengemasan
Komentar
Posting Komentar