Bab: Ceremai
Naik ke ceremai salah satu agenda di pekan terpadat kala itu. Sebelumnya Kami Kuliah terlebih dahulu di Madrasah Politik [Madpol] Hima Persis, lokasinya di Tasikmalaya [10-12 Agustus 2018]. Tiga hari kami telah disiram dengan kucuran politik.
Lelah otot juga otak, nguras pesak serta pasek. Setelah Madpol Saya dan Mufti berangkat me Ceremai, sebelumnya mampir dulu ke kediaman Mufti di Cibatu, Garut. Dari Cibatu ke Basecamp ceremai [Apuy, Majalengka] kami gunakan Motor, sama seperti sebelum ke Ceremai, ke Cikuray pula dengan motor. Entah kedepannya bagaimana. Jarak cibatu-Basecam sekitar 3 jam. Apuy memang menjadi jalur yang mayoritas pendaki lalui, karena lebih dekat serta aman pula. Semua basecamp sama harga tiket, semua sebesar Rp.50.000,- [Tiket, Asuransi, Sertifikat, dan Makan]. Cocoklah tarifnya dengan penampakan alamnya, Puncak tertinggi di jawa barat ini memberikan penampakan bahwasanya gunung/ hutan ceremai bersih. Karena tidak banyak gunung yang bisa dibilang bersih.
Saat itu, rejeki Kami adalah saat kami nanjak, jumlah pendaki sedikit. Barangkali karena weekday. Saat itu juga tidak hujan. Tapi berdampak gersang. Mata akan sering kemasukan debu/ pasir.
Awalnya Kami nanjak berdua, setelah di pos 3 bertemu 4 srikandi dari cirebon, Kami bareng-bareng nanjak. Yang harusnya sampai puncak sekitar 7 jam. Tapi masih kurang buat kami untuk sampai puncak dengan waktu demikian. Hukum alam.
Tiada gunung tanpa perubahan, jika pendaki masih sama dirinya dari sebelum dan sesudah nanjak. Maka ada pertanyaan untuk dirinya. Untuk apa Ia nanjak?














Mantap keren A lanjutkan 👍
BalasHapusLanjut naik?, wkwk
Hapus🤗❤👍
BalasHapus😀
Hapus