Sore hari di dalam kamar. Menghirup udara senja di samping jendela. Seorang diri sedang berfikir tentang kemarin, sekarang, dan esok. Mataku jadi saksi bahwasanya langit sedang sepi burung yang terbang. Sunyi dari kicauannya. Tapi tidak mengurangi cantiknya suasana senja yang Tuhan ciptakan. Hanya ada layangan putus warna merah biru yang terombang-ambing ke arah atap rumah tetanggaku. Lokasi kamarku di lantai dua, di pojok rumah. Hanya berukuran sekitar 3 x 3 Meter. Di kamar Aku punya dua jendela, satu ke arah barat dan satu ke arah utara. Saat ku buka jendela suara kendaraan terdengar kadang bising. Bisa dibayangkan. Karna jarak diantara keduanya cukup dekat. Hanya sekitar seratus meter. Tapi Aku tidak bisa melihat kuda besi di sepanjang jalan raya tersebut, karna terhalang cakaran atap rumah para tetangga. Dari sini Aku bisa melihat warna atap mereka. Sepekan kebelakang waktuku terkuras di surga rumahku. Rumahku Kemasan gubuk kualitas surga. Tapi bukan surga ini sela...